Bab 3 : Bencana

   Suatu pagi di kelas 7 dengan masih suasana tahun ajaran baru,Baron berbaris saat bel masuk berbunyi.Baron masuk kelas dan seorang guru wanita berumur sekitar 50 tahunan memasuki kelasnya.Guru tersebut adalah guru PKn,Bu Karish biasa dipanggil bu Kar.
   Pelajaran dimulai dan guru itu bertanya pada murid di kelas apa yang tidak dimengerti mereka. Lantas karena guru itu tampak galak juga, maka seisi kelas tidak ada yang bertanya.Kriiing kriiing,bel bunyi menyelamatkan. Baron sangat lega, tapi seketika setelah bel itu berbunyi bu Kar langsung menyuruh membuat kelompok beranggotakan 3 orang sesuai urut absen untuk membuat pertanyaan yang akan diberikan kepada kelompok lain mengenai pelajaran hari ini.Itu berarti Baron akan berkelompok dengan Bagas dan Berny.Bagas kelihatannya seperti orang pintar,Berny kelihatannya seperti orang culun tapi aslinya tidak. 
   "Kerkel dimana nih? "tanya Baron
   "Serah aja, jangan sabtu,"jawab Berny
   "Di rumah lu aja ron besok, besok kan kamis"usul Bagas
   Baron langsung terlihat tidak senang karena takut teman-temannya mengetahui kondisi kakaknya Baron yang nemalukan. 
   "Mending di KFC deket skolah, rumah gua kan jauh"ucapnya berbohong
   "Yaudah lah"kata Berny
----------
   Setelah ia pulang sekolah hari itu,Ia melewati sebuah gang kecil di samping sekolah.Tiba tiba ada suara motor dari belakang dan menabraknya. Baron tersungkur dengan tangan kiri menahan badannya sedangkan kepalanya melihat ke arah motor yang melaju kencang menjauh. 
   "Woi,bisa bawa motor ga? "teriak Baron. 
Baron merasa kesusahan untuk bangun dan tidak ada siapa siapa di sepanjang gang. Dia akhirnya berusaha bangun sendiri dan menyadari bahwa tangan kirinya membengkak. Rasanya sakit sekali bila dipegang, mungkin dia akan minta diurut setelah pulang. Tapi dia bahkan tidak bisa melakukan hal apapun yang membutuhkan tenaga dengan tangan kirinya
   "Yaaa ampunn. Sakit amaaat. ahh"rintih Baron.

Komentar

Postingan Populer