Bab 1 : Awal Mula
Awal mula kisah, hiduplah seorang pemuda bernama Baron.Hidupnya awalnya baik - baik saja sampai akhirnya dia pubertas dan mulai mengerti kehidupannya tidak akan baik - baik saja sampai seorang anggota keluarganya mati.
Ia belum pernah memberitahukan secara spesifik kisah hidupnya di dalam keluarganya kepada siapapun dan yang dia rasakan di hatinya.Dia berusia 12 tahun saat memikirkannya,dan sudah terbayang jelas masa depannya yang penuh pengorbanan demi kakaknya yang dapat menghalangi segala impiannya.Kakaknya adalah penyandang Autis dan Hiperaktif.Bayangkan saja,Kakaknya sangat berbeda dengan orang lain yang mengidap penyakit yang sama,Baron bahkan berharap dirinya bisa mati daripada mengurus kakaknya di masa depan nanti,tapi dia tahu kalau hal itu hanya akan membuat beban bagi anggota keluarga lain.Ayahnya pun yang sudah berumur 52 tahun dan mempunyai penyakit jantung, sedangkan dirinya senang merokok dan merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga malah menambah beban batin Baron yang semakin membuatnya depresi membayangkan masa depannya.Ibu Baron sudah meninggal sejak Baron masih berumur 3 tahun,Baron belum mengerti apa itu kasih sayang kepada keluarga, jadi dia hanya menyaksikan pemakaman ibunya dengan penuh rasa bosan.
Satu orang lagi yang ada di hidupnya dan tinggal di rumahnya, ialah pembantunya yang sangat setia.Pembantunya bekerja di rumahnya sejak kakaknya Baron masih bayi.Baron juga semakin khawatir karena identitas dari pembantunya tidak jelas,kartu tanda penduduknya hilang, kartu keluarganya hilang, ijazah pun hilang bahkan selalu berbohong soal umurnya. Dia bahkan tidak pernah memberitahu keluarganya kalau dia adalah pembantu. Baron pun tidak akan tahu apa yang harus dilakukannya kalau kalau pembantunya mengalami kejadian yang mengerikan.
Ia belum pernah memberitahukan secara spesifik kisah hidupnya di dalam keluarganya kepada siapapun dan yang dia rasakan di hatinya.Dia berusia 12 tahun saat memikirkannya,dan sudah terbayang jelas masa depannya yang penuh pengorbanan demi kakaknya yang dapat menghalangi segala impiannya.Kakaknya adalah penyandang Autis dan Hiperaktif.Bayangkan saja,Kakaknya sangat berbeda dengan orang lain yang mengidap penyakit yang sama,Baron bahkan berharap dirinya bisa mati daripada mengurus kakaknya di masa depan nanti,tapi dia tahu kalau hal itu hanya akan membuat beban bagi anggota keluarga lain.Ayahnya pun yang sudah berumur 52 tahun dan mempunyai penyakit jantung, sedangkan dirinya senang merokok dan merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga malah menambah beban batin Baron yang semakin membuatnya depresi membayangkan masa depannya.Ibu Baron sudah meninggal sejak Baron masih berumur 3 tahun,Baron belum mengerti apa itu kasih sayang kepada keluarga, jadi dia hanya menyaksikan pemakaman ibunya dengan penuh rasa bosan.
Satu orang lagi yang ada di hidupnya dan tinggal di rumahnya, ialah pembantunya yang sangat setia.Pembantunya bekerja di rumahnya sejak kakaknya Baron masih bayi.Baron juga semakin khawatir karena identitas dari pembantunya tidak jelas,kartu tanda penduduknya hilang, kartu keluarganya hilang, ijazah pun hilang bahkan selalu berbohong soal umurnya. Dia bahkan tidak pernah memberitahu keluarganya kalau dia adalah pembantu. Baron pun tidak akan tahu apa yang harus dilakukannya kalau kalau pembantunya mengalami kejadian yang mengerikan.
Komentar
Posting Komentar